
Kabupaten Malang, blok-a.com – Kericuhan mewarnai kedatangan warga di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026). Seorang anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Akhmad Mubarok, mengalami luka setelah diduga menjadi korban kekerasan saat berupaya meredakan ketegangan.
Zulham kemudian menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan. Ia mendapat pemeriksaan medis, termasuk CT Scan, sebelum diputuskan menjalani rawat inap untuk observasi.
Peristiwa tersebut bermula saat Hadi Wiyono alias Pak Dur (48) bersama seorang rekannya mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Malang sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan mereka untuk menyerahkan surat sekaligus menyampaikan tuntutan agar akses jalan Bendungan Lahor dibuka selama 24 jam.
Dua anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, Dofic Soroanggomo dari Fraksi Golkar dan Alayk Mubarok dari Fraksi Gerindra, awalnya ditugaskan menemui keduanya.
Namun, pembicaraan kemudian memanas. Zulham mengatakan situasi berubah setelah terjadi tuduhan dan umpatan dengan nada tinggi yang ditujukan kepada salah satu anggota dewan.
“Awalnya tidak ada debat apa pun dengan saya, santai. Tapi situasi emosi ketika yang bersangkutan menuduh Mas Dofiq sambil marah-marah dan mengumpat. Akhirnya semua berdiri dan keluar ke depan,” ujar Zulham saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).
Melihat situasi semakin tegang, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi meminta Zulham turun untuk membantu meredakan ketegangan.
Ia mengungkapkan, situasi semakin memanas ketika dirinya berusaha mengajak Pak Dur berbicara secara persuasif. Ia mengaku justru mendapat perlakuan kekerasan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber