:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1970844/original/077411500_1520420504-Bandara_Juanda_T2.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Surabaya masuk dalam daftar gerbang penerbangan yang tengah berkembang di Asia berdasarkan Air Connectivity Index 2025. Bandara di ibu kota Jawa Timur itu berada dalam kelompok bandara dengan jumlah penumpang 1 hingga 15 juta orang per tahun yang menunjukkan perkembangan konektivitas, bersama Da Nang dan Phu Quoc di Vietnam; Madinah, Arab Saudi; serta Muscat, Oman.
Indeks yang dirilis Airports Council International (ACI) Asia-Pacific & Middle East pada 7 September 2026 tersebut menempatkan Surabaya di antara sejumlah bandara regional yang konektivitas udaranya terus berkembang.
Posisi ini memperlihatkan semakin besarnya peran Surabaya dalam jaringan penerbangan regional, tidak hanya sebagai pintu masuk menuju Jawa Timur, tapi juga sebagai penghubung perjalanan di kawasan Asia Tenggara.
ACI menilai konektivitas berdasarkan skala dan frekuensi jaringan penerbangan, bobot ekonomi destinasi, serta kualitas dan efisiensi koneksi. Dengan demikian, penilaian tidak semata-mata melihat jumlah penumpang, tapi juga kemampuan sebuah bandara menghubungkan berbagai destinasi secara luas dan efektif.
Melansir VN Express, Kamis, 10 September 2026, Dubai masih memimpin Air Connectivity Index 2025 untuk kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Shanghai Pudong menempati posisi kedua, disusul Incheon, Guangzhou Baiyun, dan Hamad Doha.
Di tengah dominasi bandara-bandara besar tersebut, masuknya Surabaya dalam kategori emerging gateways menunjukkan pertumbuhan konektivitas udara juga berlangsung di pusat-pusat penerbangan regional.
Perkembangan ini berpotensi memperkuat posisi Surabaya dalam jaringan perjalanan udara di Asia Tenggara sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan dan pelaku bisnis.
Masuknya Surabaya dalam kelompok emerging gateways terjadi di tengah pertumbuhan konektivitas udara Asia-Pasifik. ACI mencatat, konektivitas kawasan meningkat 10 persen sepanjang 2025, seiring bertambahnya jaringan penerbangan dan mobilitas penumpang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber