
Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok jadi korban penganiayaan sejumlah warga saat menyampaikan aspirasi. Akibatnya, Zulham mengalami sejumlah luka.
Warga kemudian diterima oleh sejumlah anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat, di antaranya Dofic Soroanggomo dari Fraksi Golkar dan Alayk Mubarok dari Fraksi Gerindra. Namun, suasana berubah memanas akibat adu argumen antara Pak Dur dan anggota dewan yang menemui.
Suasana kemudian berubah memanas ketika terjadi adu argumen antara Pak Dur dengan anggota DPRD yang datang menemui. Zulham yang datang mencoba untuk menenangkan dan melerai justru balik menjadi sasaran penganiayaan.
“Awalnya tidak ada debat dengan saya. Saya datang untuk melerai, tapi malah diumpat, begitu saya tanya malah dia langsung membenturkan kepalanya ke saya,” kata Zulham, Minggu (13/9/2026).
Setelah menganiaya Zulham, Pak Dur lantas beranjak keluar dari gedung DPRD. Namun bukan mereda, ia malah menantang semua anggota DPRD untuk berkelahi sambil terus mengeluarkan kata umpatan.
Zulham yang mencoba mempertanyakan tantangan kembali mendapat penganiayaan. Kali ini kepalanya kembali dipukul dan disundul Pak Dur hingga tujuh kali. Akibatnya Zulham mengaku mengalami luka di bagian bibir dan kepalanya.
Keributan yang terjadi diluar gedung DPRD Kabupaten Malang itupun berhasil diredam. Namun Pak Dur kembali menyerang dengan melempar botol mineral ke arah Zulham.
Setelah kejadian itu, Zulham kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Kanjuruhan. Sebab ia menderita benjolan di kepala kiri dan nyeri di bagian samping serta belakang kepala. Sementara itu, bibirnya mengalami luka sobek.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber