Kota Malang, blok-a.com – Nama Talun yang kini dikenal sebagai salah satu kawasan di Kota Malang ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarawan Malang, Agung H Buana menyebut nama Talun bahkan telah muncul dalam sejumlah prasasti kuno sejak sekitar abad ke-10 hingga ke-12.

Menurut Agung, nama Talun berkaitan dengan kondisi ekologis suatu wilayah pada masa Jawa Kuno. Istilah tersebut merujuk pada tanah yang berada di antara kawasan pemukiman dan hutan.

“Kalau kita cari ke arti yang lebih luas lagi di Jawa Kuno, nama Talun itu artinya tanah hutan yang berada di pinggir hutan atau perbatasan antara hutan dan pemukiman,” kata Agung, Minggu (13/10/2026).

Talun, lanjutnya, merupakan kawasan peralihan antara rumah atau pemukiman dengan tegalan, kebun maupun area hutan. Dalam istilah ekologi modern, kondisi tersebut dikenal sebagai ekoton atau zona peralihan antara dua ekosistem.

“Jadi perbatasan antara pemukiman dengan tegalan. Antara pemukiman dengan hutan itu ada tegalan/pekarangan, bisa jadi kebun atau tanah yang di pinggir hutan. Nah, itu yang dimaksud dengan Talun,” jelasnya.

Makna tersebut juga berkaitan dengan lagu dolanan Jawa “Kidang Talun”. Agung menjelaskan, kijang yang hidup di hutan dapat keluar menuju kawasan peralihan untuk mencari makanan yang berada di sekitar tegalan atau kebun.

“Makanya akhirnya diabadikan dengan lagu, lagu ‘Kidang Talun’. Mangan kacang Talun. Jadi Kidang itu keluar dari hutan mau masuk ke daerah pemukiman, tapi dia berada di daerah tegalannya,” ujarnya.

Dalam lagu tersebut, terdapat pula lirik tentang kijang yang memakan lembayung. Menurut Agung, lembayung merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh di kawasan sekitar pinggir hutan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *