Magetan (beritajatim.com) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan menyoroti struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 yang dinilai masih konservatif. Sorotan utama diarahkan pada tingginya belanja pegawai yang mencapai sekitar 45 persen dari total kekuatan APBD serta target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum mencerminkan potensi penerimaan daerah.

Anggota Banggar DPRD Magetan, Didik Haryono, menyebut kekuatan APBD Magetan 2027 diproyeksikan mencapai Rp1,82 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp826 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai.

Menurut Didik, proporsi tersebut meningkat dibandingkan APBD 2026 yang belanja pegawainya berada di kisaran 37 persen. Kenaikan porsi belanja pegawai dinilai dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan, khususnya infrastruktur dan belanja modal.

“Dari nota keuangannya disampaikan Pemkab melalui Wakil Bupati kemarin kita melihat bahwa secara umum penyampaiannya memang atraktif, Bu. Akan tetapi dari substansi atau kinerja keuangan itu konservatif,” kata Didik.

Ia menilai belum terlihat kebijakan yang cukup progresif untuk mengoptimalkan pendapatan daerah maupun mengelola struktur belanja secara lebih efektif. Menurutnya, besarnya alokasi belanja pegawai menjadi salah satu indikator persoalan tersebut.

“Enggak ada greget atau sik kebijakan yang progresif dalam rangka optimalisasi pendapatan dan pengelolaannya. Indikatornya ya itu dari belanja. Dari kekuatan APBD Rp1,82 triliun untuk pegawai itu Rp826 miliar,” ujarnya.

Didik menilai tingginya belanja pegawai berimplikasi langsung terhadap kemampuan APBD dalam membiayai kebutuhan pembangunan. Ketika porsi anggaran untuk aparatur meningkat, ruang untuk belanja infrastruktur dan belanja modal menjadi semakin terbatas.

“Artinya untuk belanja pegawai itu sudah 46 persen, padahal tahun 2025 yang sudah selesai ini belanja pegawai itu 37 persen. Gitu loh. Nah, karena belanja pegawai itu sangat tinggi 46 persen dampaknya apa? Dampaknya belanja infrastruktur, belanja modal itu berkurang karena sudah tertutupi diambil untuk belanja pegawai,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *