jatimnow.com – Slogan “Ber-NU tanpa ber-PBNU” kembali disuarakan HRM Khalilur R Ab. S atau Gus Lilur setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Lilur menilai seseorang tetap dapat menjalankan tradisi dan ajaran ke-NU-an tanpa harus terikat pada struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurut dia, identitas sebagai warga NU tidak semata-mata ditentukan oleh posisi dalam struktur organisasi.

Ia mengaku pertama kali menggunakan slogan itu pada Januari 2022. Saat itu, ungkapan tersebut menuai kritik dan sindiran dari sejumlah pihak.

Menurut Gus Lilur, dinamika internal NU setelah Muktamar ke-34 di Lampung membuat gagasan tersebut kembali relevan.

Ia menyinggung konflik di jajaran mandataris Muktamar ke-34, termasuk saling membuka persoalan internal dan pemecatan yang menurutnya membuat sebagian warga NU merasa prihatin.

“Saya tertawain mereka sambil bergumam, kalian belum tahu,” ujarnya mengenang saat pertama kali melontarkan slogan tersebut.

Setelah Muktamar ke-35 di Tambakberas, ia menyebut slogan “Ber-NU tanpa ber-PBNU” kembali mendapat perhatian. Bahkan, menurut dia, muncul sejumlah variasi ungkapan di tengah warga NU, seperti “Ber-NU selamanya ber-PBNU sekedarnya” dan “Ber-NU saklawase ber-PBNU sak cukupe”.

Bagi Gus Lilur, persoalan utamanya bukan sekadar soal struktur organisasi, melainkan bagaimana seseorang menjalankan keberislaman dalam tradisi NU.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *