
Jember (beritajatim.com) – Kondisi pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memerlukan perhatian pemerintah. Keterbatasan ruang fiskal membuat pembenahan pasar tradisional harus dilakukan bertahap.
Ini membuat Hasan mendesak agar ada alokasi anggaran perbaikan pasar tradisional di Bangsalsari dalam Perubahan APBD 2026. “Walaupun atapnya sesuai (sudah diperbaiki), tapi kalau banjir terus, kasihan pedagangnya,” katanya.
Tak hanya soal infrastruktur. Hasan juga meminta agar ada evaluasi terhadap manajemen pengelolaan pasar tradisional. Politisi Partai Gerindra meminta mantri pasar tradisional yang sudah terlalu lama menjabat agar diganti,
“Biar suasana lebih nyaman di dalam lingkungan pasar sendiri, dengan staf-stafnya. Biar kerjanya juga lebih bersemangat dengan kepala yang baru,” kata Hasan.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa melalui juru bicara Mufid juga menyuarakan buruknya kondisi pasar tradisional dalam pandangan umum terhadap Perubahan APBD 2026. “Atap yang bocok dan sanitasi yang tidak berfungsi yang menyebabkan kondisi becek saat musim hujan. Hal itu kemudian membuat masyarakat enggan untuk berbelanja di pasar tradisional,” katanya.
Sementara pada satu sisi, lanjut Mufid, pasar tradisional adalah salah satu sumber PAD Kabupaten Jember dan menjadi tolak ukur wajah pembangunan Kabupaten Jember. “Keberhasilan revitalisasi harus diukur bukan dari megahnya bangunan, tetapi dari kembali hidupnya aktivitas ekonomi rakyat dan terwujudnya pasar tradisional yang tertib, nyaman, produktif, dan tetap menjadi jantung perekonomian rakyat Jember,” katanya.
Persoalan tak hanya pada infrastruktur dan manajemen, tapi ternyata pada desain pembangunan pasar, sebagaimana dikemukakan politisi PDI Perjuangan Wahyu Prayudi Nugroho, dalam rapat Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggunhjawaban Bupati Jember 2025, pada 2 April 2026 lalu
Nugroho saat itu menyinggung kondisi pasar Tegalboto. “Tidak ada pedagang yang berjualan di pasar tersebut, meskipun sudah pernah dilakukan rehab. Bangunannya saya rasa cukup lumayan bagus. Nah, ini kan sayang, uang yang sudah kita keluarkan untuk rehabilitasi pasar, tapi bangunannya, tidak termanfaatkan dengan optimal,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber