
Bisnis.com, SURABAYA—Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung percepatan pembangunan kawasan industri di Bangkalan oleh PT Wiraraja Madura International.
Komitmen itu dia sampaikan saat menerima audiensi jajaran Wiraraja Madura Internasional beserta delegasi investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dan Cina di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Khofifah dan Presiden Direktur Wiraraja Madura Internasional Akhmad Ma’ruf Maulana mendiskusikan kesiapan Wiraraja Madura Internasional dalam pengembangan kawasan industri di Bangkalan, Madura. Kawasan industri tersebut rencananya akan mulai dibangun pada awal tahun depan.
“Jadi dari Wiraraja Madura menyiapkan untuk bisa langsung membangun di awal tahun 2027, hanya beberapa bulan setelah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman awal Agustus lalu. Ini memperlihatkan komitmen untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan mitra-mitra dari negara tetangga,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).
Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendukung percepatan pembangunan kawasan industri tersebut, termasuk melalui revisi regulasi yang diperlukan.
Sementara itu, Presiden Direktur Wiraraja Madura Internasional Akhmad Ma’ruf Maulana menjelaskan bahwa wilayah industri Bangkalan akan mendukung pengembangan sektor industri, logistik, hingga energi ramah lingkungan. Nantinya, sektor yang akan dikembangkan dalam zona industri ini meliputi bioetanol, furnitur, tekstil, bahkan panel surya.
“Maka, wilayah industri ini merupakan objek vital dan butuh kerja sama semua pihak untuk menyukseskannya. Saya terima kasih sekali kepada Bu Gubernur yang senantiasa mendukung kami sehingga saya yakin pembangunannya dapat diakselerasi,” tutur Akhmad.
Adapun, audiensi tersebut juga dihadiri oleh investor asal Dubai, ODASCO LLC, yang diwakili oleh Wakil Presiden Bidang Infrastruktur Odeh Asalem Automation Systems dan Anggota Dewan Direksi Yahia Odeh Al Salem, Wakil Presiden Bidang Teknis dan Riset dan Pengembangan (R&D) Sayed Hussein, serta jajarannya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber