:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ILUSTRASI-AIR-BERSIH-Gubernur-Jawa-Timur-Khofifah-Indar-Parawansa-menyalurkan-bantuan-air-bersih.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA – Kekeringan menjadi persoalan yang terus membayangi masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Madura, Jawa Timur, saat puncak musim kemarau.
Empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, masuk dalam daerah yang menetapkan status darurat kekeringan.
Dari empat wilayah tersebut, Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep menjadi perhatian utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, karena mencatat dampak kekeringan yang besar.
Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih warga menjadi salah satu prioritas penanganan pemerintah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sebanyak 24 kabupaten/kota telah menetapkan status keadaan darurat kekeringan.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan, status darurat yang ditetapkan pemerintah daerah tersebut terdiri dari siaga darurat maupun tanggap darurat.
“Hingga bulan September ini masih puncak musim kemarau. Dari koordinasi dan hasil komunikasi kami dengan teman-teman BPBD kabupaten/kota, sudah ada 24 kabupaten/kota yang mengeluarkan status darurat. Baik itu siaga darurat maupun tanggap darurat,” kata Gatot, Sabtu (12/9/2026).
24 daerah tersebut yakni Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, Situbondo, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Bojonegoro, Pamekasan, Probolinggo, dan Sumenep.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber