Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong perguruan tinggi di Kota Malang memperkuat upaya pencegahan percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa. Salah satunya dengan melakukan screening kondisi psikologis mahasiswa secara berkala.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan sejumlah rektor perguruan tinggi untuk membahas langkah antisipasi kasus percobaan bunuh diri yang terjadi di Kota Malang.

Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan memasang atau meninggikan pengaman di sejumlah jembatan. Sebab, persoalan yang melatarbelakangi mahasiswa melakukan percobaan bunuh diri dapat berasal dari masalah pribadi, keluarga hingga perkuliahan.

Wahyu menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menangani mahasiswa yang sedang menghadapi tekanan. Terlebih, kampus memiliki tenaga ahli seperti psikolog yang dapat membantu mahasiswa menghadapi persoalan yang dialami.

Ia juga mendorong agar screening terhadap kondisi mahasiswa tidak hanya dilakukan saat awal masuk perguruan tinggi. Menurutnya, pemeriksaan kondisi psikologis perlu dilakukan secara berkala, termasuk ketika mahasiswa berada di tengah masa perkuliahan maupun menjelang menyelesaikan pendidikan.

“Kami sih berharap begitu. Karena ini internal di perguruan tingginya, kami berharap screening itu tidak hanya di awal, tetapi di saat-saat mereka akan berakhir, di saat-saat tengah-tengah,” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu, mahasiswa yang menunjukkan tanda-tanda membutuhkan bantuan juga perlu mendapat pendekatan lebih lanjut dari pihak kampus. Hal ini penting karena tidak semua mahasiswa terbuka mengenai persoalan yang sedang dihadapi.

“Apabila ada mahasiswa yang kelihatannya sudah mencurigakan, harus ada pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh perguruan tinggi ini. Kadang kala mereka kan tertutup, tidak mau terbuka,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *