:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ana-Abdillah-Direktur-Women-Crisis.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jombang masih menjadi persoalan serius.
Hanya dalam delapan bulan pertama 2026, Women’s Crisis Center (WCC) Jombang menerima pengaduan sekaligus memberikan pendampingan terhadap 77 kasus kekerasan.
Yang paling mencolok, kekerasan seksual mendominasi kasus yang masuk ke lembaga pendamping korban tersebut.
Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah, menyebut dari 77 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan seksual.
“Data tersebut menunjukkan kekerasan seksual menjadi persoalan yang cukup menonjol dalam kasus yang ditangani WCC Jombang,” ucap Ana kepada Tribunjatim.com, Senin (14/9/2026).
Namun, WCC mengingatkan angka tersebut bukan gambaran keseluruhan kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Jombang.
Sebab, data 77 kasus merupakan kasus yang masuk dalam layanan dan pendampingan WCC selama periode tersebut.
Berikutnya terdapat 13 kasus pelecehan seksual fisik dan nonfisik, 10 kasus kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE), serta dua kasus eksploitasi seksual.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber