Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan sejumlah tantangan dalam pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa 

Ia mengatakan titik tersulit dalam pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa berada di kawasan Teluk Jakarta serta wilayah Kendal, Semarang, dan Demak.

AHY mengungkapkan master plan pengamanan pesisir sepanjang 575 kilometer yang membentang dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur ini dirancang untuk melindungi wilayah pantai utara yang juga bersinggungan langsung dengan permukiman nelayan.

“Bagaimana saat ini sedang merancang dengan baik sebuah master plan untuk mempertahankan melindungi wilayah Pantura Jawa, 575 kilometer. Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,” ujar AHY dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Gedung BJ. Habibie BRIN, Jakarta Pusat, Senin (14/9).

“Memang yang paling berat tantangannya di Teluk Jakarta dan kawasan di sekitar Kendal, Semarang, dan Demak. Di sana sini juga tentu ada kampung atau kawasan nelayan,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa mitigasi banjir dan abrasi di kawasan pesisir tidak bisa hanya diselesaikan dengan membangun tanggul atau normalisasi sungai secara parsial.

Menurut AHY, pendekatan yang dilakukan harus menyeluruh, termasuk menata kawasan nelayan pesisir agar memiliki ketahanan yang lebih baik sekaligus tidak lagi berada dalam kondisi yang tidak layak.

Melalui sinergi lintas sektor dan penataan kawasan pesisir yang terintegrasi, pemerintah berharap wilayah-wilayah pesisir Pantura yang menjadi pusat aktivitas ekonomi tersebut dapat terlindungi secara maksimal sekaligus menghadirkan lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *