jatimnow.com – Seorang wanita di Surabaya mengaku disekap oleh agency penyedia Asisten Rumah Tangga (ART) di Wilayah Gayungan, Kebonsari. Curhatan tersebut dibagikan oleh Ika Pujiarsih (25) dalam media sosial.

Ika awalnya hanya mencari pekerjaan melalui media sosial. Ia berharap bisa segera bekerja untuk membantu perekonomiannya. Namun, langkah sederhana itu justru membawanya pada pengalaman yang membuatnya panik dan ketakutan.

“Aku benar-benar panik, ketakutan sampai nunjukin bahwa aku lagi nangis. Posisi nangis dan merasa kayak orang disekap karena KTP asli ditahan,” ungkap Ika dengan suara bergetar.

Setelah mengisi data dan datang ke lokasi perusahaan, Ika diberitahu bahwa ia akan ditampung sementara satu hingga dua hari. Awalnya ia masih bisa menerima. Namun, cerita dari teman-temannya bahwa ada pekerja yang ditahan hingga sebulan membuatnya curiga.

Biaya yang harus ditanggung pun semakin memberatkan, mulai dari transportasi, uang makan Rp50.000 per hari, hingga Rp800.000 untuk sponsor dan tes kesehatan. Semua itu membuat Ika merasa terjebak dalam sistem yang tidak transparan.

Kecurigaan Ika semakin kuat ketika ia diminta menandatangani kontrak dengan larangan memotret dokumen. Lebih parah lagi, KTP aslinya ditahan pihak agency. 

“Sudah nahan KTP terus ada tulisan dilarang nge-foto, dari situ aku ambil tindakan,” katanya.

Jalan Keluar Melalui HotlineDalam kondisi panik, Ika menghubungi Hotline Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ia menangis, merasa benar-benar tidak berdaya. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *