:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Mengenal-KH-Maruf-Khozin-yang-viral-saat-d.jpg)
TRIBUNMATARAMAN.COM, SURABAYA – Nama KH Ma’ruf Khozin ikut menjadi sorotan di tengah polemik sound horeg yang berkembang di Jawa Timur.
Sosoknya dikenal sebagai salah satu ulama yang memiliki perhatian terhadap persoalan fikih kontemporer, termasuk ketika masyarakat memperdebatkan penggunaan sound horeg dan dampaknya di tengah masyarakat.
KH Ma’ruf Khozin merupakan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suramadu serta memiliki kiprah panjang dalam forum Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama.
Di tengah polemik tersebut, sosok KH Ma’ruf Khozin justru dikenal tetap tenang. Namanya kemudian semakin menjadi perhatian setelah pernyataan pengusaha sound horeg Setyo Budi Mularso terhadap MUI Jawa Timur viral di media sosial.
Setyo Budi sebelumnya menyebut MUI Jawa Timur dengan kata “kegoblokan” dalam acara televisi nasional. Belakangan, ia menyampaikan permintaan maaf dan melakukan tabayyun secara langsung kepada jajaran MUI Jatim.
Namun, di balik polemik tersebut, terdapat sosok KH Ma’ruf Khozin yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pesantren dan kajian fikih.
KH Ma’ruf Khozin memiliki nama asli Mohammad Ma’ruf. Ia lahir di Malang pada 4 April 1980.
Sejak kecil, kehidupan Ma’ruf tidak dapat dipisahkan dari lingkungan pesantren. Ia tumbuh di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber