
jatimnow.com – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang menembus 5,72 persen pada kuartal II 2026 membuka peluang besar bagi sektor pengelolaan kekayaan (wealth management).
Di tengah bayang-bayang inflasi, PT Bank UOB Indonesia merespons momentum ini dengan merombak pendekatan investasi bagi nasabah prioritas menjadi lebih personal.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mencatat, provinsi ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi melampaui 14 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menyentuh Rp930 triliun dalam satu kuartal. Sektor manufaktur dan perdagangan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan tersebut.
Namun, Emil mengingatkan adanya tantangan inflasi yang mencapai 3,32 persen secara tahunan pada Agustus lalu.
Ia menyoroti sektor manufaktur yang sangat sensitif terhadap fluktuasi biaya produksi, seperti lonjakan harga bahan bakar dan energi.
“Jika solusi inflasi hanya menaikkan suku bunga, perekonomian bisa terpukul dua kali. Kita harus jeli melihat potensi hambatan pasokan, bukan sekadar mengandalkan instrumen suku bunga,” kata Emil dalam agenda Mid Year 2026 Market Outlook UOB Indonesia di Surabaya, Senin (14/9/2026) malam.
Head of Consumer Banking UOB Indonesia Herman Soesetyo menegaskan, bank kini meninggalkan pola penjualan produk investasi yang seragam. UOB beralih penuh pada pendekatan yang berpusat pada klien (client centric).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber