SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI – Surut laut di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dalam beberapa hari terakhir mencapai minus 1,2 meter.

Dampaknya, kapal ferry di lintas Ketapang-Gilimanuk kesulitan bersadar hingga penyeberangan terganggu.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyebrangan Ketapang, Tarto Saefullah menjelaskan, surut laut ekstrem di perairan Ketapang terjadi sekitar tiga hari terakhir.

“Tentu akan mengganggu kapal sandar. Hal ini berdampak pada penumpukan antrean,” kata Tarto kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (15/9/2026).

Surut laut, menurut Tanto, berdampak di dermaga LCM yang melayani penyebrangan bagi truk-truk besar. Surut terjadi lebih sering pada pagi hari.

“Saat air surut, arus bisa kuat dan ada risiko kapal kandas. Akhirnya kapal harus menunggu, sehingga pelayanan terganggu,” tambah dia.

Lama waktu menunggu kapal untuk bisa bersandar berkisar 30 menit hingga sejam. Hal tersebut berdampak pula pada jumlah trip kapal.

Prakirawan BMKG Ketapang, Widi Nugraha menjelaskan, surut laut ekstrem akhir-akhir ini dipengaruhi oleh bulan baru.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *