
Jember (beritajatim.com) – Sartini, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, pingsan, saat menemui aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan pedagang Pasar Tanjung, di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudarman, Selasa (15/9/2026).
Di tengah terik sinar matahari, Sartini sempat berdialog dengan mahasiswa bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno Cahyadi Sembodo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Indra Tri Purnomo, Kepala Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Ahmad Bahtiar, dan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Herwindo Tri Rahadi.
Mahasiswa dan pedagang mendesak Pemkab Jember segera menyelesaikan persoalan tata kelola pedagang dan disfungsi akses jalan utama di kawasan Pasar Tanjung. “Namun setiap kebijakan dan tindakan dalam penataan Pasar Tanjung harus dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan berkeadilan,” kata Muhammad Faizin, koordinator aksi.
Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera menertibkan dan menata pedagang yang menggunakan badan dan bahu jalan di kawasan Pasar Tanjung.
“Segera lakukan pembalikan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Samanhudi menjadi arah selatan ke utara sebagai upaya meningkatkan kelancaran mobilitas jual-beli di kawasan Pasar Tanjung,” kata Faizin.
Selain itu mahasiswa dan pedagang mendesak pemerintah daerah segera menanggulangi segala bentuk penyelewengan, pungutan liar, premanisme, dan intimidasi di kawasan Pasar Tanjung
“Bentuk satuan tugas (satgas) sebagai wadah koordinasi dan pengawasan yang melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Jember, perwakilan pedagang, warga sekitar Pasar Tanjung, serta unsur akademisi dan/atau mahasiswa,” kata Faizin.
Mahasiswa menuntut Bupati Muhammad Fawait sendiri yang menemui mereka. “Fawait hanya datang ke Pasar Tanjung setelah dilantik,” teriak salah satu pengunjuk rasa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber