:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PT-KAI-Daop-9-Jember-Bantah-Isu-Jalur-Kereta-Ditutup-Jamaah-Pengajian-Video-Lama-dan-Hoaks.jpg)
SURYA.co.id, JEMBER – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur mengklarifikasi narasi viral di media sosial yang menyebutkan jalur kereta api di Stasiun Tanggul ditutup oleh pembatas kayu/bambu untuk acara pengajian.
KAI menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perjalanan kereta api tetap beroperasi secara normal.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa lokasi yang terlihat dalam video berada di area JPL 91 Stasiun Tanggul.
Pemasangan pembatas kayu dilakukan semata-mata untuk mengarahkan jamaah agar tidak masuk ke area berbahaya atau emplasemen stasiun, bukan untuk menghentikan operasional kereta.
“Perlu kami luruskan adalah tidak ada penutupan jalur kereta api pada pelaksanaan Haul Habib Sholeh Tanggul tanggal 5 April 2026. Video tersebut mengambil lokasi di area JPL 91 Stasiun Tanggul. Pembatas yang terlihat merupakan bagian dari pengaturan dan pengamanan jamaah agar tidak masuk ke area emplasemen maupun jalur kereta api,” kata Cahyo, Selasa (15/9/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengamankan kegiatan keagamaan tahunan tersebut.
“Setiap akan ada kereta api yang melintas, area di sekitar jalur disterilkan. Jadi, bukan jalurnya yang ditutup, tetapi aktivitas jamaah di sekitar jalur yang diatur agar tidak berada di ruang operasional kereta api,” tegasnya.
“Kami memahami bahwa kegiatan keagamaan seperti Haul Habib Sholeh Tanggul memiliki arti penting bagi masyarakat. Karena itu, yang kami lakukan adalah memastikan kegiatan tetap dapat berlangsung, namun jamaah tidak berada di area yang dapat membahayakan keselamatan mereka maupun perjalanan kereta api,” ujar Cahyo.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber