:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Tim-monitoring-dari-DKPP-Sumenep-memantau-langsung-pemanfaatan-Pompa-Air-Tenaga-Surya-sumenep.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Madura, mulai mendorong pemanfaatan teknologi irigasi berbasis tenaga surya untuk mengatasi persoalan keterbatasan air di lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.
Upaya tersebut dijalankan melalui program Gerakan Modernisasi Air Pertanian Tenaga Surya (GEDE TANINYA) dengan memanfaatkan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai sumber pengairan lahan.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan, teknologi tersebut memungkinkan petani mengalirkan air dari sumber air tanah maupun sungai menuju lahan pertanian tanpa bergantung pada bahan bakar minyak ataupun listrik PLN.
“Penggunaan pompa air tenaga surya ini sangat efisien karena petani tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak maupun listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air,” kata Inung, sapaan akrab Chainur Rasyid, Selasa (15/9/2026).
“Energi matahari yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian,” ucapnya.
Menurutnya, pemanfaatan energi matahari tidak hanya mampu memangkas biaya operasional petani, tetapi juga menjamin ketersediaan air untuk irigasi secara lebih berkelanjutan.
Dengan pasokan air yang lebih stabil, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali dalam setahun berpeluang ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam, menyesuaikan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Ia menilai, penggunaan PATS juga lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan energi terbarukan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber