Sumenep (beritajatim.com) – Tim Pemkab Sumenep turun ke lokasi sumur bor yang mengeluarkan air bercampur lumpur dengan aroma gas di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-batang.

Tim gabungan yang terdiri dari ESDA, Brida, dan Polsek Batang-batang telah mengambil sampel air sumur untuk diuji di laboratorium, memastikan kandungan air sumur tersebut.

“Sampel air sumur itu akan kami serahkan ke Dinas Lingkungan Hidup untuk diuji di laboratorium. Hasil uji lab itu diperlukan untuk melihat kandungan air sumur, serta layak tidaknya air sumur itu dikonsumsi,” kata Plt Kepala Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep, Moh. Helmi, Selasa (15/09).

Sebelumnya, Asdino, warga Desa Tamidung, Kecamatan Batang-batang melakukan pengeboran sumur di tanah tegalan miliknya. Pengeboran itu dilakukan untuk mencari sumber air, mengingat warga desanya mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Namun ketika kedalaman pengeboran mencapai 40 meter, keluar air bercampur lumpur dengan bau gas yang sangat menyengat. Bahkan ketika warga mencoba menyulut korek di dekat genangan air sumur, api langsing menyambar dengan ketinggian sekitar 2 meter.

“Saat ini sumur sudah ditutup sementara, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Aroma gas nya sudah mulai berkurang. Tidak sekuat di awal,” terang Helmi.

Ia meminta warga sekitar untuk sementara tidak menggunakan air sumur itu untuk konsumsi, sambil menunggu hasil uji laboratorium,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pemeriksaan kandungan gas di air sumur tersebut, merupakan kewenangan ESDA Provinsi Jawa Timur. (tem/ian)

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *