Madiun – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur meminta masyarakat mewaspadai gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat puncak musim kemarau berlangsung kering dan berdebu.

Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKP-UKM) Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Chandra Suroto di Madiun, Selasa, mengatakan curah hujan yang minim membuat debu jalan dan partikel tanah lebih mudah beterbangan.

“Debu halus dan asap kendaraan dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan dan memicu peradangan. Pada orang yang memiliki penyakit seperti asma, kondisi ini dapat memperberat keluhan,” ujarnya.

Sesuai data, sepanjang Januari–Agustus 2026, fasilitas kesehatan milik daerah setempat mencatat terdapat 21.776 kasus ISPA di Kota Madiun.

Dia menjelaskan pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena tergolong rentan.

Risiko gangguan pernapasan juga perlu diperhatikan pada kelompok rentan di antaranya balita, anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Dinkes PPKB Kota Madiun memperkuat pemantauan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Seluruh puskesmas juga disiagakan dengan memastikan kesiapan tenaga medis, alur pemeriksaan, serta ketersediaan obat dan masker.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *