:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/terdampak-pada-musim-kemarau-sebelumnya.jpg)
SURYA.co.id, KEDIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mulai memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih di tengah potensi musim kemarau panjang hingga Oktober 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar distribusi air bersih dapat segera dilakukan apabila kondisi kering mulai berdampak terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Ariyanto mengatakan pemetaan dilakukan dengan mengacu pada wilayah yang pernah mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya.
“Meski demikian, hingga awal September ini, BPBD Kabupaten Kediri belum menerima laporan adanya warga yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau. Namun kami tetap melakukan pemetaan berdasarkan daerah yang tahun-tahun sebelumnya terdampak,” kata Ariyanto saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (15/9/2026).
Ariyanto menyebut beberapa wilayah telah masuk dalam pemetaan BPBD Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sementara di Kecamatan Grogol, Desa Kalipang turut masuk dalam pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Kemudian di Kecamatan Plosoklaten, Desa Sepawon juga menjadi salah satu wilayah yang dipantau.
Selain itu, sejumlah desa di Kecamatan Semen turut masuk dalam pemetaan BPBD Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber