:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kemarau-panjang-di-wilayah-Kecamatan-Ngambon-dan-Kapas.jpg)
SURYA.co.id, BOJONEGORO – Krisis air bersih di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meluas seiring berlangsungnya kemarau panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat sedikitnya 62 desa di 18 kecamatan kini mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut masih berpotensi meluas karena musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga penghujung 2026.
Berdasarkan analisis dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak kekeringan bahkan berpotensi berlanjut hingga Januari 2027.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Heru Wicaksi, mengatakan wilayah yang mengalami kekeringan masih mungkin bertambah.
Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan durasi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
“Sebagaimana prediksi BMKG kemarau masih berlangsung hingga Desember nanti, atau Januari, dan dampaknya kemungkinan juga bakal meluas,” kata Heru, dikutip Selasa (15/9/2026).
BPBD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Pemerintah desa juga diminta segera melaporkan apabila warganya mulai mengalami kesulitan memperoleh air.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber