
Sampang (beritajatim.com) – Kabupaten Sampang, Madura, pernah dipimpin sosok kiai karismatik, KH Fannan Hasib. Ia terpilih sebagai Bupati Sampang melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar 12 Desember 2012 bersama Fadilah Boediono sebagai calon wakil bupati.
Pilkada Sampang 2012 diikuti enam pasangan calon bupati dan wakil bupati. Mereka yakni KH Fannan Hasib-Fadilah Boediono, Ahmad Yahya-Faidhol Mubarok, Noer Tjahja-Heri Poernomo, Haryono Abdul Bari-Yahya Hamiduddin, KH Faishol Muqoddas-Triyadi Khusnul Yaqin, serta Hermanto Subaidi-KH Djakfar Shodiq.
Hasil pemungutan suara menempatkan pasangan KH Fannan Hasib-Fadilah Boediono sebagai peraih suara terbanyak. Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sampang untuk masa jabatan 2013-2018.
Namun, KH Fannan Hasib tidak dapat menuntaskan masa jabatannya. Ia meninggal dunia sebelum periode kepemimpinannya berakhir. Sisa masa jabatan kemudian dilanjutkan oleh Fadilah Boediono.
Salah satu proyek monumental yang peresmiannya melibatkan Bupati Sampang KH Fannan Hasib adalah Bendungan Nipah atau Waduk Nipah yang berada di Desa Tabanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Kehadiran KH Fannan Hasib dalam panggung politik dan pemerintahan daerah juga tidak terlepas dari kuatnya kultur kiai dan pesantren di Kabupaten Sampang. Kondisi tersebut menjadi salah satu karakter politik lokal di Madura, termasuk dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Salah satu mantan calon Bupati Sampang dalam Pilkada 2012, Haryono Abdul Bari, mengatakan dinamika politik sangat terbuka karena politik terus berubah dan siapa saja memiliki peluang untuk memimpin.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia politik. Sebab, politik ini dinamis siapa saja punya peluang. Apalagi kultur di Kabupaten Sampang ini sangat kental dengan Kiai dan pesantren,” kata H. Haryono yang akrab disapa Aba Yono.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber