Lamongan (beritajatim.com) – Produksi garam Kabupaten Lamongan mencapai 1.317,18 ton hingga Agustus 2026. Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan optimistis produksi akan terus meningkat saat memasuki puncak musim garam sehingga target 20.000 ton pada akhir tahun dapat tercapai.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan Joko Nursiyanto mengatakan puncak produksi pada tribulan IV, khususnya Oktober dan November, menjadi momentum penting untuk meningkatkan capaian produksi garam.

“Produksi garam memang memiliki musim yang relatif singkat. Mulai Agustus hingga Desember, dengan puncak produksi biasanya terjadi pada tribulan IV, terutama Oktober dan November. Karena itu, kami optimistis produksi akan terus meningkat seiring kondisi produksi yang semakin optimal,” tutur Joko Nursiyanto, Rabu (16/9/2026).

Musim produksi garam di Kabupaten Lamongan berlangsung relatif singkat. Petambak mulai memasuki masa produksi sekitar Agustus hingga November, sedangkan Juli digunakan untuk melakukan persiapan lahan sebelum produksi.

Sentra produksi garam Lamongan pada 2026 tersebar di Kecamatan Brondong. Wilayah tersebut meliputi Desa Sedayulawas, Lohgung, Labuhan, Brengkok, serta Desa Sidomukti.

Terdapat 293 petambak yang tergabung dalam 26 Kelompok Usaha Garam Rakyat. Total luas lahan tambak garam yang digunakan mencapai 217,33 hektare.

Dari sisi harga, garam juga mengalami peningkatan. Pada September 2026, harga garam mencapai Rp1.500 per kilogram, meningkat dibandingkan Agustus yang berada pada kisaran Rp1.000 per kilogram.

Joko menjelaskan produksi garam masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kerusakan sarana dan prasarana produksi, anomali cuaca, fluktuasi harga garam, hingga keterbatasan regenerasi petambak.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *