Surabaya (beritajatim.com) – Tertangkapnya lima karyawan Valhalla Spectaclub Surabaya membuka sisi gelap dugaan peredaran narkotika jenis Inex atau ekstasi di Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang ada di Jalan Kombes Pol M Duryat tersebut.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, dugaan praktik penjualan inex di Valhalla Spectaclub Surabaya sudah berlangsung cukup lama.

Seorang mantan karyawan yang enggan namanya disebut mengaku mengetahui adanya dugaan peredaran barang ilegal tersebut di area Valhalla Spectaclub Surabaya.

Pengakuan mantan karyawan tersebut, Bagi para tamu yang ingin mengkonsumsi Inex di area Valhalla Spectaclub Surabaya biasanya menghubungi pemandu lagu atau karyawan lain yang sudah dikenal.

“Nanti karyawan itu bakal ambil barangnya (inex) dari seorang perempuan yang bekerja di Valhalla mas. Untuk harga Rp 600 ribu per butir. Itu (peredaran inex) sudah sama-sama tahu mas di dalam,” katanya.

Saat itu, diduga salah satu owner Valhalla Specta Club Surabaya, Salim mengatakan bahwa selisih kelebihan bayar itu digunakan untuk inex.

“Saya tidak mengetahui hal tersebut, Pada prinsipnya saya bukan management di Valhalla dan saya tidak terlibat langsung dalam management dan juga owner bukan hanya saya, jadi agak tendensius klo hanya saya yang ditanyain,” terang Salim.

“Dari barang bukti yang kami amankan memang kelimanya penyalahguna dan berhak untuk rehabilitasi. Tentu kami terus dalami informasi dan pengakuan yang sudah disampaikan kelima orang tersebut untuk mencari bukti lebih lanjut,” pungkasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *