
Blitar (beritajatim.com) — Independensi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dalam Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Blitar periode 2026–2031 mulai dipertanyakan. Sorotan muncul setelah Ketua TPP Bacalon Ketum KONI Kota Blitar, Sugeng Praptono, menyebut rapat pleno penetapan calon masih menunggu petunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba.
Persoalan tersebut menjadi sorotan karena Elim Tyu Samba yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketum KONI merupakan salah satu bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar. Elim dan Kepala Inspektorat Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti, menjadi dua nama yang mendaftar hingga penutupan pendaftaran pada Rabu (16/9/2026).
Sesuai tahapan, rapat pleno TPP untuk menetapkan bakal calon dijadwalkan berlangsung Kamis (17/9/2026), setelah masa pendaftaran resmi ditutup sehari sebelumnya.
Namun, Sugeng mengakui kepastian waktu dan tempat rapat pleno masih menunggu komunikasi dengan Elim selaku Plt Ketum KONI.
“Sesuai jadwal hari ini rapat pleno TPP penetapan bakal calon. Tapi kondisional, nggih. Nunggu petunjuk dari Plt. Ketum KONI tentang jam dan tempatnya,” kata Sugeng saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (17/9/2026).
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai posisi TPP dalam menjaga jarak dari seluruh kontestan. Terlebih, petunjuk mengenai pelaksanaan pleno disebut berasal dari pejabat yang pada saat bersamaan tercatat sebagai salah satu peserta dalam bursa pemilihan.
Sugeng sebelumnya memastikan hanya ada dua pendaftar hingga batas akhir pendaftaran, yakni Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti. Status keduanya masih sebagai bakal calon karena penetapan calon harus melalui proses verifikasi dan rapat pleno TPP.
Di tengah sorotan terhadap proses penjaringan, bursa Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2031 dipastikan mempertemukan dua figur dengan latar belakang berbeda.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber