jatimnow.com – Sejumlah wartawan dari berbagai media sempat dilarang masuk ke lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) untuk meliput aksi demo tolak Akhmad Muzakki jadi rektor periode kedua. 

“Media gak boleh masuk, perintah pimpinan seperti itu,” ujar petugas keamanan, Kamis (17/9/2026).

Petugas tidak menyebutkan alasan yang jelas pelarangan tersebut. Padahal beberapa waktu sebelummya, sejumlah media sudah masuk dan berada di dalam kampus untuk meliput aksi ini. 

Sementara itu, Humas UINSA, Nur Hayati membantah adanya pembatasan peliputan aksi di UINSA. Menurutnya, pelarangan itu adalah kewenangan kepolisian. 

“Mboten (tidak ada pelarangan), Tapi di luar itu kewenangan tim keamanan dari kepolisian, jadi monggo ijin ke pihak keamanan,” ujarnya kepada media. 

Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali membara, Kamis (17/9/2026). Ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi menuntut Rekor, Prof Akhmad Muzakki yang baru dilantik agar mundur.

Aksi tersebut merupakan buntut pelantikan Muzakki sebagai Rektor UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030. Ratusan mahasiswa turun ke kampus sejak Rabu (16/9/2026) sehari setelah Muzakki dilantik Menteri Agama di Jakarta. 

Setidaknya ada delapan poin tuntutan yang dilayangkan massa. Tujuh plus delapan tuntutan UINSA itu yakni:

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *