:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tampak-depan-halaman-kantor-travel-umrah-PT-Anisa-Ahmada-Travelindo-yang-tertutup-dan-tergembok.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Perjalanan ibadah umrah ratusan jemaah asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menggunakan jasa PT Anisa Ahmada Travelindo, bagian dari ITS Grup, sejak awal keberangkatan hingga kepulangan diwarnai persoalan.
Sebanyak 196 jemaah yang semula dijadwalkan berangkat bersama pada 30 Agustus 2026, mendadak harus menghadapi perubahan jadwal.
Dari rencana berangkat dalam satu rombongan, jemaah kemudian diterbangkan secara bertahap.
Persoalan itu bahkan sempat memicu kericuhan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang dan berujung pada mediasi di Polres Jombang.
Setelah seluruh jemaah akhirnya diberangkatkan secara bertahap ke Tanah Suci, persoalan kembali muncul. Kali ini menyangkut tiket kepulangan.
Hingga Kamis (17/9/2026), sebanyak 82 jemaah masih terkendala pulang ke Indonesia karena belum mendapatkan tiket pesawat.
Para calon jemaah umrah mulai berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang sekitar pukul 01.00 WIB. Mereka datang bersama keluarga untuk mengikuti persiapan keberangkatan menuju Bandara Juanda Surabaya.
Menurut Widi, salah satu anggota keluarga jemaah, kondisi saat itu masih berlangsung kondusif.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber