PSIM Jogja bakal menantang Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9) besok. Pelatih Laskar Mataram, Jean-Paul van Gastel, mengungkap keputusan tim untuk menetap di Surabaya usai laga kontra Persebaya adalah langkah positif.

“Dalam waktu lima hari kami punya dua pertandingan. Pertandingan melawan Madura dan Persebaya lokasinya berdekatan. Jadi manajemen kami bisa mengatur agar kami tidak perlu kembali ke Yogyakarta dan bisa tetap tinggal di sini, dan menurut saya itu hal yang positif,” tuturnya dalam konferensi pers seperti dikutip di situs resmi klub, Kamis (17/9/2026).

Meneer Belanda itu menjelaskan, dirinya menonton rekaman laga kontra Persebaya (13/9) untuk menganalisis kelemahan mereka. Kemudian menyaksikan pertandingan Laskar Sape Kerrab, julukan Madura United, untuk melihat kekuatan dan kelemahan mereka.

“Jelas, pertama-tama kami menonton kembali pertandingan melawan Persebaya, lalu kami menonton pertandingan-pertandingan Madura. Apa saja kelemahan mereka, apa saja kekuatan mereka, dibandingkan dengan tim kami, jadi persiapannya berjalan baik,” tutur Van Gastel.

Diketahui, performa kedua tim bertolak belakang. PSIM Jogja datang ke Pamekasan dalam kondisi belum pernah menang awal musim ini.

Setelah ditahan imbang 1-1 di kandang oleh Persita Tangerang (5/9), Laskar Mataram kalah tipis 0-1 di markas Persebaya. Sebaliknya tuan rumah tengah dalam tren positif setelah menang masing-masing atas Persijap Jepara (6/9) dan menggulung PSS Sleman di kandangnya (12/9).

Bagi Van Gastel, performa impresif tuan rumah menjadi tantangan menarik yang harus dihadapi PSIM.

“Mereka bermain sangat bagus dengan gaya bermain yang sangat positif. Mereka meraih hasil yang memang pantas. Jadi bagi kami, ini akan menjadi pertandingan yang menarik karena kami juga ingin bermain sepak bola seperti Madura awal musim ini,” ungkapnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *