SURYA.CO.ID, JOMBANG –  Sebanyak 82 jemaah umrah asal Kabupaten Jombang yang menggunakan jasa PT Anisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) kini harus gigit jari di Tanah Suci.

Puluhan jemaah itu terpaksa terlantar dan tertahan di Arab Saudi akibat belum memperoleh kepastian tiket pesawat untuk kembali ke tanah air.

Kondisi itu kian memprihatinkan lantaran sebagian rombongan sudah melewati batas waktu kepulangan yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, membeberkan bahwa jemaah yang terdampak terbagi dalam dua kelompok jadwal penerbangan.

Sebanyak 26 orang seharusnya tiba di Indonesia pada 12 September 2026, sementara 56 jemaah sisanya dijadwalkan pulang pada 15 September 2026.

“26 ditambah 56, 82. Memang yang 56 itu jadwalnya hari ini schedule-nya pulang, tapi belum ada kabar untuk kepulangannya,” kata Ilham kepada SURYA.CO.ID, Kamis (17/9/2026).

Ilham menegaskan bahwa keterlambatan pemulangan puluhan jemaah itu murni akibat masalah administrasi penerbangan.

Pihak manajemen ITS melapor kepada Kemenhaj Jombang bahwa kendala penerbitan dokumen itu bermuara dari pihak agen di Jakarta.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *