Produktivitas padi di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada panen musim tanam (MT) II mencapai rata-rata 11,3 ton per hektare dengan harga gabah Rp8.100 per kilogram.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan panen padi di Desa Truni mencakup sekitar 130 hektare, dengan sejumlah varietas menghasilkan produktivitas 11 hingga 11,5 ton per hektare dan berpotensi mencapai 12 ton per hektare.

“Sejumlah varietas padi di desa ini mampu menghasilkan produktivitas antara 11 hingga 11,5 ton per hektare, dengan potensi mencapai 12 ton per hektare,” katanya di Lamongan, Jumat.

Ia meminta kepada petani agar capaian produktivitas tersebut dapat dipertahankan dengan menjaga keberlanjutan musim tanam berikutnya melalui dukungan ketersediaan air.

“Setelah panen ini, kami berharap segera tanam kembali. Dengan dukungan air yang cukup, musim tanam III harus kita percepat sehingga lahan tetap produktif dan produksi pertanian terus terjaga,” ujarnya.

Yuhronur menambahkan, selain padi, petani desa setempat juga mengembangkan bawang merah sejak 2018 sebagai komoditas diversifikasi pertanian.

“Panen bawang merah tahun ini dilakukan di sekitar tiga hektare dengan harga Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan hingga 14 September 2026, luas tambah tanam (LTT) padi di Lamongan mencapai 99.473 hektare, sedangkan luas tambah panen (LTP) mencapai 133.595 hektare.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *