
Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pelatih Persik Kediri Marcos Reina mengungkapkan kemampuan para pemain timnya dalam mematahkan peluang Arema FC yang lahir dari skema bola mati menjadi penentu keberhasilan mengamankan satu poin dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.
“Kami tidak berhasil mencetak gol tambahan tetapi bisa membawa pulang satu poin karena berhasil mengatasi servis (bola mati) dari Arema,” kata Marcos Reina saat sesi konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Kanjuruhan.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1, Arema FC dikatakannya mampu tampil menekan, termasuk melahirkan beberapa peluang di area pertahanan Persik Kediri melalui skema tendangan bebas maupun tendangan sudut.
Tak hanya itu, Marcos Reina menyampaikan, anak asuhnya sanggup menjalankan seluruh strategi permainan dalam membendung serangan balik yang dilancarkan oleh tim lawan.
Dalam pertandingan itu, ia mengungkapkan sengaja menempatkan banyak pemain di lini tengah guna mengeliminasi aliran bola dari Arema FC sehingga tak sampai memasuki daerah pertahanan timnya.
“Arema di laga lain mampu menguasai pertandingan tetapi tidak terjadi hari ini dengan antisipasi dari kami,” ucapnya.
Pelatih berkewarganegaraan Spanyol ini juga menyampaikan bahwa Persik sanggup menguasai pertandingan hingga menit ke-70 dan menciptakan sejumlah peluang tetapi belum mampu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pemain.
Sementara itu, pesepakbola Persik Kediri Bayu Otto, mengatakan, tambahan satu poin menjadi bekal awal bagi Persik untuk melakoni persiapan menghadapi laga selanjutnya melawan tim asal Jawa Timur lainnya, Madura United.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber