
Jombang (beritajatim.com) – Jombang kembali menjadi saksi sebuah peristiwa penting yang mempertemukan gagasan, harapan, dan semangat pengabdian. Di sebuah malam yang penuh khidmat di Ballroom Hotel Yusro, ratusan peserta dari berbagai penjuru daerah berkumpul membawa satu tekad: menjaga nilai-nilai spiritual sekaligus merumuskan langkah organisasi menghadapi tantangan zaman.
Di tengah ruangan yang dipenuhi para peserta, Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan) Orshid, Joko Herwanto, melangkah menuju panggung. Dengan tenang ia berdiri di balik podium yang telah disiapkan.
Tatapan matanya menyapu ruangan, sebelum akhirnya suaranya terdengar membuka rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VI Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid).
Pidatonya mengalir dengan penuh keyakinan. Setiap kalimat tersusun rapi, menggambarkan perjalanan panjang organisasi sekaligus harapan besar terhadap masa depan. Suaranya terkadang meninggi ketika menyampaikan semangat perubahan, namun melembut ketika mengajak peserta memahami makna amanah dan perjuangan bersama.
Tepuk tangan ratusan peserta yang memenuhi Ballroom Hotel Yusro menjadi tanda bahwa pesan yang disampaikan bukan sekadar sambutan pembukaan, melainkan sebuah ajakan untuk kembali menguatkan nilai-nilai kebersamaan.
Malam itu, Jumat (18/9/2026), Jombang tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah forum organisasi. Lebih dari itu, Jombang menjadi titik pertemuan sebuah ikhtiar besar untuk menghadirkan kebangkitan tasawuf dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.
Dengan tema ‘Kebangkitan Tasawuf untuk Indonesia Raya’, Munas VI Orshid berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, di Hotel Yusro Jombang.
Forum nasional tersebut dibuka oleh Dewan Pemelihara Orshid, Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtaba Mu’thi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 110 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta perwakilan dari Malaysia.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber