:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kabar-wafatnya-Guruh-Sukarnoputra-membawa-duka-bagi-keluarga-besar-PDI-Perjuanga.jpg)
SURYA.co.id, JEMBER – Kabar wafatnya Guruh Sukarnoputra membawa duka bagi keluarga besar PDI Perjuangan, termasuk kader PDIP di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Di Kabupaten Jember, DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama untuk mengenang putra bungsu Presiden pertama RI Sukarno tersebut.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Widarto menyebut Guruh sebagai sosok yang memiliki perpaduan pengalaman di dunia politik sekaligus seni dan budaya.
Guruh juga dikenal sebagai seniman yang mendirikan Swara Mahardika serta pernah menjadi anggota DPR RI.
“Kami keluarga besar PDI Perjuangan, termasuk PDI Perjuangan Kabupaten Jember sangat berduka atas berpulangnya Mas Guruh. Beliau adalah sosok seniman hebat yang pernah mendirikan Swara Mahardika yang luar biasa,”. Kendati berasal dari keluarga Presiden pertama RI dan berada di lingkungan elite ujar Widarto, Sabtu (26/9/2026).
Ia menilai pengalaman Guruh di bidang politik serta seni dan budaya membuat sosok tersebut memiliki ruang perjuangan yang luas.
Widarto yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jember, Jawa Timur, mengatakan bakat seni dan budaya Guruh diwarisi dari ayahnya, Sukarno atau Bung Karno.
Guruh diketahui merupakan putra bungsu Sukarno dan Fatmawati serta adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber