SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya meramaikan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Surabaya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan para pedagang, tetapi juga

SURABAYA (Kabarjawatimur)– Anggota DPD RI Lia Istifhama meminta wacana perluasan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi tidak hanya menyasar sekolah dan perguruan tinggi negeri. Menurutnya, prinsip kesetaraan harus menjadi pijakan agar peserta didik di sekolah swasta, lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag), hingga perguruan tinggi swasta (PTS) juga memperoleh akses yang sama.

Ning Lia mengatakan, pendidikan merupakan salah satu kunci dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu, kebijakan pendidikan gratis perlu dirancang dengan cakupan yang luas dan tidak membatasi peserta didik berdasarkan status lembaga pendidikan yang dipilih.

“Pendidikan ini merupakan kunci penting untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Maka dari itu, pendidikan gratis ini harus benar-benar diupayakan,” ujar Lia kepada wartawan saat ditemui di Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Ia mendorong pemerintah agar kebijakan pendidikan gratis tidak berhenti pada sekolah negeri. Sekolah swasta dan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenag, menurutnya, juga perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

“Kita perlu mendorong pendidikan gratis ini bukan hanya untuk sekolah negeri, melainkan dapat menjangkau sekolah swasta maupun sekolah yang dikelola oleh Kemenag,” katanya.

Menurut Lia, perluasan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif. Akses pendidikan, kata dia, harus dibuka seluas-luasnya tanpa diskriminasi terhadap peserta didik berdasarkan status lembaga pendidikan.

“Karena menurut saya, inklusif ini perlu adanya keterbukaan akses yang mudah, tidak ada diskriminasi, dan harus setara, baik negeri maupun swasta,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *