Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang memprotes pengoperasian Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Setelah aksi di depan Dinas Perhubungan, para sopir bergerak mendatangi DPRD Kota Malang.

Para sopir menilai, kehadiran moda transportasi modern tersebut belum membawa dampak positif bagi kesejahteraan mereka, melainkan justru mengancam mata pencaharian harian.

Pemerintah Kota Malang berjanji tidak akan tinggal diam dalam menyikapi persoalan ini. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Malang, Dandung Djulharjanto menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi dari komunitas sopir angkot. Hal ini disampaikan Dandung usai pertemuan antara sopir angkot bersama Pemkot Malang serta DPRD.

Dandung menyebut, penyelesaian masalah ini membutuhkan keterlibatan instansi tingkat provinsi karena Trans Jatim berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Dandung menjelaskan, para sopir angkot yang tergabung dalam komunitas ADRU menagih komitmen atas kesepakatan yang pernah dibuat sebelumnya.

Pemkot Malang berencana memfasilitasi pertemuan lintas instansi guna membedah kembali poin-poin kesepakatan tersebut agar mendapatkan titik terang.

Dandung menambahkan, Pemkot Malang tengah mengupayakan agar koordinasi bersama Dishub Provinsi Jawa Timur dan perwakilan sopir angkot dapat terlaksana dalam waktu dekat.

Pihaknya menjadwalkan pertemuan penting tersebut dapat terealisasi dalam pekan ini guna memberikan kepastian bagi para sopir.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *