Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) – Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerapkan metode tanam benih langsung (tabela) di 19 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi budi daya dan produksi tanaman pangan di tengah kondisi kemarau panjang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Suyanto di Tulungagung, Selasa, mengatakan penerapan tabela merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Tulungagung.

“Walaupun kemarau panjang, kita tetap bisa melakukan tabela atau tanam benih langsung,” katanya saat kegiatan tanam tabela di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Tulungagung.

Menurut Suyanto, metode tabela memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam menekan kebutuhan tenaga kerja karena benih langsung ditanam di lahan tanpa melalui tahapan persemaian seperti metode konvensional.

Berdasarkan perkiraan Dinas Pertanian Tulungagung, produktivitas dengan metode tersebut dapat mencapai 10 hingga 12 ton per hektare, sedangkan metode konvensional rata-rata menghasilkan sekitar 7 ton hingga 8 ton per hektare.

Namun, penerapan tabela membutuhkan benih lebih banyak karena benih ditanam dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.

Kebutuhan benih diperkirakan mencapai 50 hingga 100 kilogram per hektare, dibandingkan sekitar 25 hingga 45 kilogram per hektare pada metode konvensional.

Suyanto mengatakan umur panen tanaman dengan metode tabela relatif tidak jauh berbeda dibandingkan pola tanam konvensional.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *