
Blitar (beritajatim.com) – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban KM Virgo Transport 8 di Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Susanto, seorang sopir yang dikenal pendiam dan berdedikasi, akhirnya berpulang setelah menjadi salah satu korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Jenazahnya menjadi salah satu yang terakhir berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah sempat terjebak di dalam lambung kapal.
Bagi warga sekitar, keberadaan Susanto memang jarang terlihat. Profesinya sebagai pengemudi jasa pengiriman jarak jauh membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan. Namun, kesunyian sosoknya kini berubah menjadi keteduhan duka bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama anak tunggalnya yang baru berusia 11 tahun.
Kabar duka tersebut pertama kali diterima pengurus lingkungan setempat dari Dinas Sosial dan BPBD pada malam hari setelah waktu Isya. Namun, fajar sebelum kabar resmi itu tiba, pihak keluarga rupanya telah merasakan firasat buruk. Sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga sudah bersiap menyambut kepulangan almarhum dalam ketabahan.
“Saat kami mendatangi rumah duka, keluarga ternyata sudah mengetahui kabar tersebut lebih dulu dan telah bersiap-siap,” ungkap Hari Budi Setiawan, Kepala Desa Krisik pada Selasa (29/9/2026).
Kepergian Susanto menambah daftar duka bagi keluarga besarnya. Pasalnya tak hanya Susanto sang adik yakni Reyner Fausta Yosilianto juga ikut menjadi korban KM Virgo Transport 8 dan lebih dahulu ditemukan serta dimakamkan.
Jenazah almarhum akhirnya dimakamkan di TPU Tulungrejo berdampingan dengan makam orang tua serta adiknya yang telah lebih dulu berpulang.
Kini, di tanah pemakaman yang sunyi itu, sosok pengemudi pendiam tersebut telah menyelesaikan perjalanan panjangnya, beristirahat dalam damai di sisih keluarga tercinta. (owi/but)
document.getElementById(“comment”).setAttribute( “id”, “a1eecf178bf0f38774227c4a2acebcca” );document.getElementById(“f98b4317b4”).setAttribute( “id”, “comment” );
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber