Madiun (beritajatim.com) – Ratusan warga Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, mengalami krisis air bersih selama lebih dari sebulan. Aliran air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) hanya mengalir beberapa jam pada tengah malam dengan debit terbatas. Kondisi tersebut membuat warga rela begadang demi menampung air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sebagian warga harus terjaga hingga dini hari untuk mendapatkan pasokan air yang biasanya mengalir sekitar pukul 00.00 WIB hingga 04.00 WIB. Setelah itu, aliran kembali berhenti dan warga harus menunggu hingga malam berikutnya untuk memperoleh air.

Wahyuni (47), warga RT 6/RW 1 Kelurahan Wungu, mengatakan gangguan pasokan tersebut telah berlangsung lebih dari sebulan. Menurutnya, kondisi tahun ini terasa lebih parah dibandingkan musim kemarau sebelumnya.

“Biasanya tidak selama ini. Kalau air mengalir hanya malam, sekitar jam 12 sampai setengah 4 pagi. Setelah itu habis dan tidak ada air lagi sampai malam berikutnya,” ujar Wahyuni, Jumat (7/8/2026).

Terbatasnya pasokan membuat warga harus menghemat penggunaan air. Air yang berhasil ditampung diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, seperti minum, memasak, dan memandikan anak sebelum berangkat sekolah.

“Ya untuk keperluan sehari-hari kita irit-irit. Yang penting untuk minum dan anak-anak mandi pagi sebelum sekolah,” katanya.

Sebagian besar warga terdampak merupakan pelanggan PDAM yang selama ini mengandalkan jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, air tidak lagi mengalir sepanjang hari seperti biasanya. Warga pun terpaksa menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan jadwal aliran air yang terbatas.

Untuk mencukupi kebutuhan, warga juga mengandalkan bantuan air bersih yang didistribusikan menggunakan tangki. Sejumlah ember dan galon disiapkan untuk menampung air sebagai persediaan ketika aliran PDAM kembali berhenti.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *