
Jember (beritajatim.com) – Alun-alun di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan direnovasi menjadi taman ruang terbuka hijau dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) semen PT Imasco. DPRD Kabupaten Jember meminta suara dan kepentingan warga diperhatikan oleh pemerintah.
Enam puluh enam PKL yang berdagang di sisi barat Alun-alun Puger berharap tidak direlokasi dan bisa tetap berjualan di sana. Pemerintah juga diharapkan memperhatikan ukuran lapak yang akan digunakan PKL setelah renovasi selesai.
Lukman berharap anggota DPRD Jember bisa memperjuangkan para PKL agar bisa tetap berjualan di Alun-alun Puger. “Saya pedagang nasi goreng di depan Indomaret. Monggo menawi para anggota DPR ingin mampir. Insyaallah gratis. Pokok enggak digusur,” katanya tertawa.
Sementara itu warga lainnya berharap renovasi alun-alun menjadi taman ruang terbuka hijau tidak mengorbankan lapangan sepak bola. Selama ini alun-alun tersebut digunakan sebagai lapangan olahraga, terutama sepak bola oleh warga. Renovasi tersebut dikhawatirkan akan memangkas ukuran lapangan.
Selama ini warga Puger berusaha keras untuk merawat lapangan tersebut. Mereka pernah patungan untuk memperbaiki lapangan hingga menghabiskan biaya Rp40 juta agar bisa digunakan menjadi lokasi turnamen sepak bola. Namun seusai turnamen, lapangan itu kembali rusak karena kendaraan bermotor bisa masuk berlalu lalang.
Siti Baidaus Sholeha, politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, mengingatkan bahwa lapangan Puger merupakan aset Pemda yang dikelola untuk kepentingan publik. “Jadi siapa pun yang akan membangun, seharusnya semua di Puger harus dilibatkan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan,” katanya.
Sebelum terlalu jauh, Baidaus mengusulkan adanya pembicaraan dengan masyarakat agar rencana tersebut partisipatif. “Kita tidak ingin masalah ini nantinya menjadi polemik yang sangat besar untuk warga Puger. Saya sepakat pembangunan di sana harus memperhatikan kearifan lokal,” katanya.
Relokasi sementara pelaku usaha mikro kecil menengah selama renovasi berlangsung harus dipikirkan matang-matang. “Karena pembangunannya bukan satu dua bulan. Bisa jadi sampai enam bulan,” kata Baidaus.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber