SURABAYA(Kabarjawatimur) – Jalur formal yang tak kunjung mendapat respons membuat pedagang Pasar Buah Tanjungsari persil 77 memilih cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Sebuah baliho

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Surabaya mulai memperkuat pembinaan atlet esports sejak usia muda. Langkah itu dilakukan melalui kolaborasi Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kota Surabaya, Moonton

SURABAYA – Data desil kembali menjadi sorotan setelah seorang warga lanjut usia (lansia) yang hidup seorang diri di Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, tercatat dalam Desil 9. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan keadaan ekonomi warga yang sebenarnya.

Persoalan itu mencuat dalam reses anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, di RT 06 RW 09 Kelurahan Morokrembangan, Jumat (2/10/2026) malam.

Ketua RW 09 Morokrembangan, Tricahyono, mengatakan kondisi warga di lapangan kerap tidak tercermin dalam data desil yang menjadi salah satu acuan penyaluran bantuan sosial maupun program pendidikan.

“Warga saya yang lansia tunggal justru masuk ke desil 9. Padahal yang berhak menerima bansos itu desil 1 sampai 4. Ini kan jelas anomali, padahal kondisi riilnya sangat memprihatinkan,” ujar Tricahyono.

Ia meminta Pemkot Surabaya memperkuat proses verifikasi agar data kesejahteraan benar-benar sesuai dengan kondisi faktual masyarakat.

Menurutnya, unsur lingkungan seperti RT, Kader Surabaya Hebat (KSH), PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan tokoh agama perlu dilibatkan secara optimal dalam proses pendataan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *