
jatimnow.com – Perbedaan pandangan mendasar saat pembahasan agenda persidangan menjadi pemicu utama memanasnya Konferensi Cabang (Konfercab) XLIV PMII Surabaya, Minggu (04/10). Perdebatan sengit antar-peserta tersebut memuncak hingga melahirkan aksi intimidasi terhadap pimpinan sidang.
Aksi saling tanggap antar-kader dalam forum musyawarah itu mendadak lepas kendali ketika situasi persidangan kian memanas.
Pimpinan sidang, Risilva Aulia, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat ancaman lemparan kursi dari oknum kader PMII Universitas Airlangga (Unair).
Gesekan verbal dan gestur intimidatif ini langsung memicu reaksi ketegangan balasan dari kader PMII Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Meski berada di bawah tekanan dan ancaman fisik, Risilva memilih bertahan di meja pimpinan untuk melanjutkan sisa agenda sesuai tata tertib organisasi.
Sejumlah peserta lain berupaya melerai dua kelompok yang bersitegang agar intimidasi tersebut tidak pecah menjadi bentrok fisik balasan. Langkah penenangan itu diambil guna menjaga ruang musyawarah tetap berlanjut di tengah situasi yang makin rapuh.
Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai poin spesifik dalam agenda persidangan yang memantik perselisihan tajam antar-kader tersebut.
Dua komandan OPM anak buah Manfret Fatem tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Maybrat. Pimpinan OPM melarikan diri ke hutan, penyisiran terus berlanjut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber