
KOTA, SIDOARJONEWS.id – Minggu pagi di kawasan Alun-Alun Sidoarjo bukan sekadar soal warga berolahraga. Di antara langkah kaki, keramaian, dan aktivitas masyarakat, ada pedagang yang menggantungkan penghasilan dari ruang publik tersebut.
Namun, di balik ramainya Car Free Day (CFD) Sidoarjo, ada persoalan yang ikut mengiringi. Pungutan pedagang, sampah, keterbatasan petugas kebersihan, hingga kerusakan fasilitas umum menjadi catatan yang dibahas Pemkab Sidoarjo dalam evaluasi pelaksanaan CFD.
Bupati Sidoarjo, Subandi, meminta nilai pungutan kepada pedagang diturunkan. Dari sebelumnya Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, diusulkan menjadi Rp5 ribu setiap kali berjualan.
Permintaan itu disampaikan Subandi dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan CFD bagi UMKM di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10/2026).
Subandi ingin CFD tetap menjadi ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat sekaligus memberi kesempatan kepada pedagang untuk mencari penghasilan. Karena itu, nilai pungutan dinilai perlu disesuaikan agar tidak menjadi beban bagi pelaku usaha.
“Kita ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik, sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” kata Bupati Subandi.
Usulan Rp5 ribu itu bukan tanpa peruntukan. Dari nilai tersebut, Rp2 ribu diusulkan untuk paguyuban pedagang. Sedangkan Rp3 ribu digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan CFD.
Bagi Subandi, titik persoalannya bukan semata-mata ada atau tidaknya pungutan. Yang lebih penting adalah bagaimana pungutan tersebut tetap proporsional dengan fungsi CFD sebagai ruang publik.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber