Surabaya (beritajatim.com) Anggota Unit Reskrim Polsek Sukolilo kembali menangkap bandit pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial MZ (34) di Jalan Kendangsari, Rabu (23/9/2026) kemarin. Polisi terpaksa menembak bagian punggung belakang MZ karena melakukan perlawanan dengan menyabetkan senjata tajam dan kabur merintangi atap rumah warga hingga menimbulkan kerusakan.

Kanitreskrim Polsek Sukolilo, Iptu Arie Widodo mengatakan, penangkapan terhadap MZ dilakukan usai seorang warga Gebang Wetan melaporkan kehilangan sepeda motor, Senin (21/9/2026). Anggota yang mendapatkan laporan lantas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sekitar. Saat diselidiki lebih lanjut, didapati sepeda motor korban dicuri oleh dua pria.

“Setelah kita dalami ternyata salah satu pelaku adalah MZ yang merupakan residivis dan sudah masuk daftar buron di berbagai kantor kepolisian,” kata Arie, Senin (5/10/2026).

Setelah serangkaian penyelidikan, polisi mendapat identitas rekan MZ yang masih tetangga di Desa Burneh, Bangkalan, Madura, berinisial MS. Anggota Opsnal yang dijuluki ‘Macan Sukolilo’ lantas berkoordinasi dengan Polres Bangkalan untuk memburu pelaku.

“Kami lalu berkoordinasi dengan Polres Bangkalan dan mendapat informasi saat itu keduanya sedang bergerak ke arah Surabaya. Sehingga anggota di lapangan segera melakukan screening dan mendapat laporan kedua pelaku beraksi di Kendangsari,” imbuh Mantan Kasubnit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polrestabes Surabaya itu.

Mendapat informasi kedua pelaku kembali mencuri sepeda motor di Jalan Kendangsari, rombongan Macan Sukolilo langsung menuju lokasi. Sampai di lokasi, kedua pelaku sudah kabur berpencar. MZ kabur dengan naik ke atap rumah warga. Sementara, MS memilih bersembunyi di kamar mandi sebuah kos perempuan yang ada di Kendangsari.

“Terpaksa kita lakukan tindakan tegas terukur karena pelaku MZ terus melawan dan membahayakan masyarakat. Sementara MS dapat ditangkap oleh anggota bersama warga tanpa perlawanan,” jelasn Arie.

Dari hasil penyelidikan polisi, kedua pelaku kerap beraksi di Surabaya. Kedua pelaku merupakan bandit yang kerap menyasar pemukiman padat penduduk. Dalam pengakuaan kepada polisi, keduanya saling berbagi peran menjadi eksekutor dan joki saat beraksi. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap lokasi lain yang pernah disatroni.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *