Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) jadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi generasi penerus Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari Rektor Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya mengatakan, situasi saat ini jauh berbeda dibandingkan ketika dirinya menjalani pengabdian selama 35 tahun di TNI.

Karenanya, calon prajurit dituntut mampu beradaptasi dan menguasai teknologi, tetapi tetap mengandalkan kemampuan berpikir, analisis, disiplin, serta kerja sama. Menurutnya, teknologi dan AI telah memberikan pengaruh besar terhadap generasi muda.

“Teknologi ataupun AI ini bukan untuk kita jauhi, tapi justru bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi itu membantu tugas-tugas kita. Namun demikian, bukan berarti teknologi menguasai kita. Jadi kita yang mengendalikan,” kata Avando saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin (5/10/2026), bertepatan dengan momen HUT ke-81 TNI.

Ia menekankan, prajurit TNI masa kini harus memiliki kemampuan teknologi yang semakin baik. Kemampuan itu juga harus diiringi kebijaksanaan dalam mengolah informasi, terutama ketika arus informasi dari media sosial semakin besar.

“Jadi dengan kondisi sekarang prajurit TNI itu harus menguasai teknologi, jangan kita yang dikuasai oleh teknologi. tapi kita memanfaatkan teknologi secara bijak, itu yang paling penting,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Avando, karena menurutnya salah satu kecenderungan generasi muda saat ini adalah mengambil jalan pintas dengan memanfaatkan teknologi untuk menjawab atau menyelesaikan persoalan.

“Teknologi tidak punya empati. Teknologi tidak punya daya pikir nalar. Artinya bahwa ide yang keluar dari generasi muda secara murni, secara utuh, itu adalah yang terbaik daripada hasil yang dikeluarkan oleh teknologi berupa AI.,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *