Suhu udara di Kota Surabaya, Jawa Timur disebut mencapai 48 derajat celsius berdasarkan laman Wet Bulb Globe Temperatures, pada Minggu (4/9). Namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantahnya.

Prakirawan BMKG Juanda Oky Sukma Hakim mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya suhu udara di Surabaya maksimal berada di angka 37 derajat celsius. Tapi suhu itu masih berpotensi naik sepanjang Oktober 2026 ini.

“Untuk di periode bulan Oktober ini yang masih musim kemarau, suhu udara maksimum diprediksi dapat meningkat hingga sekitar 37 derajat celsius,” kata Oky saat dikonfirmasi, Senin (5/10).

Suhu 48 derajat celsius di Surabaya itu sebelumnya diungkap oleh Race Director Surabaya Isoplus Marathon 2026, Safrita Aryana.

Ia menyebut acara maraton yang digelarnya terpaksa harus dihentikan, Minggu (4/10) karena suhu udara Kota Surabaya menunjukkan angka 42, 46 bahkan sempat 48 derajat celsius.

Menanggapi hal itu, Oky mengatakan, informasi suhu Surabaya mencapai 48 celsius itu bukan hasil pengamatan BMKG. Menurutnya, angka itu bisa berasal dari data selain BMKG atau merupakan suhu yang dirasakan kulit manusia.

“Isu suhu di atas 40 derajat celsius kemungkinan bersumber dari data bukan BMKG atau suhu yang dimaksud adalah suhu yang dirasakan kulit manusia, bukan suhu udara,” ucapnya.

Selain itu, kata Oky, aplikasi cuaca bawaan smartphone biasanya menampilkan suhu yang dirasakan atau feels like temperature. Angka itu dihitung dari sejumlah variabel, antara lain suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *