
Jember, Blok-a.com — Keberhasilan Kabupaten Jember dalam menaikkan performa sektor pertanian di tingkat provinsi tidak lepas dari peran aktif intervensi teritorial militer. Hal tersebut ditegaskan di sela-sela aksi pemberian kejutan HUT ke-81 TNI oleh jajaran Forkopimda Plus di Markas Kodim 0824 Jember pada Senin (5/10/2026).
Kolaborasi taktis antara dinas pertanian daerah dan jajaran bintara pembina desa (babinsa) sukses mendongkrak produktivitas komoditas padi hingga menempatkan Jember di peringkat tiga besar penghasil beras di Jawa Timur.
Peningkatan peringkat ini menjadi kado statistik yang membanggakan dalam perayaan Hari Jadi TNI tahun ini.
Selama beberapa tahun ke belakang, Jember tertahan di peringkat lima atau empat karena berbagai kendala manajemen pengairan dan distribusi pupuk. Namun, melalui program perluasan areal tanam (PAT) serta pengawalan ketat terhadap pendistribusian sarana produksi pertanian yang dikawal langsung oleh personel Kodim 0824, efisiensi pertanian di tingkat desa mengalami lonjakan signifikan.
Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa kehadiran Forkopimda Plus secara mendadak ke Makodim ditujukan untuk memberikan apresiasi atas kerja keras prajurit TNI yang tidak ragu untuk turun ke sawah bersama petani. Langkah proaktif TNI dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional dinilai sebagai kontribusi nyata di luar tugas utama pertahanan militer.
”Kami memang sengaja tidak melakukan konfirmasi atau pemberitahuan secara resmi karena ingin memberikan surprise. Saya bersama Pak Ketua DPRD, Pak Kapolres, Pak Kajari, serta jajaran Forkopimda Plus lain datang bersama-sama ke Kodim untuk menyampaikan selamat Hari Jadi TNI,” ujar Gus Fawait di Makodim 0824/Jember, Senin (5/10/2026).
Gus Fawait menegaskan keyakinannya bahwa ketahanan nasional suatu bangsa sangat bergantung pada kemandirian sektor pangannya, dan ketahanan nasional tersebut berakar kuat dari soliditas instansi TNI yang mendukung program kerja pemerintah di daerah. “Kami yakin, jika TNI kuat, maka Indonesia juga akan kuat,” tegas bupati yang dikenal dekat dengan kalangan petani tersebut.
Pencapaian peringkat tiga besar dalam produksi beras se-Jawa Timur ini menjadi bukti otentik bahwa kerja sama antara Pemkab Jember dan TNI bukan sekadar retorika di atas kertas atau penandatanganan dokumen nota kesepahaman (MoU) semata. Di lapangan, para babinsa bertindak sebagai dinamisator yang membantu para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam meyakinkan petani untuk mengadopsi teknologi pertanian baru dan menjaga kelancaran saluran irigasi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber