
Kota Malang, blok-a.com – Sampah makanan atau food waste di Kota Malang mencapai sekitar 300 ton per hari berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang memiliki program pemanfaatan sisa pangan melalui konsep circular economy atau ekonomi berputar.
Kabid Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, mengatakan sisa pangan dari rumah tangga dapat diolah kembali untuk mendukung produksi pangan.
“Konsepnya adalah circular economy, ekonomi yang berputar. Jadi, dari produksi kemudian dikonsumsi, dimanfaatkan, nah sisanya itu kita olah kembali untuk meningkatkan produksi lagi,” ujar Elfiatur.
Menurutnya, sisa pangan tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik cair, pakan ikan, pelet, hingga maggot untuk pakan ternak dan ikan.
Pemanfaatan food waste tersebut dilakukan melalui kelompok urban farming yang dibina Dispangtan Kota Malang.
Saat ini terdapat 115 kelompok urban farming di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 kelompok sudah menerapkan sistem terintegrasi.
“Di situ ada tanaman pangan, ada tanaman horti, ada perikanan, peternakan, kemudian ada pengolahan sampah juga,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber