
Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bojonegoro membangun sumur resapan atau lubang biopori di area perkantoran masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan hingga banjir saat musim penghujan.
Bupati juga mengajak perusahaan swasta turut menyediakan sarana resapan air sebelum musim hujan tiba. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di kawasan perkotaan yang semakin banyak tertutup aspal dan beton.
Instruksi itu disampaikan Wahono saat meninjau pembangunan sumur resapan dan biopori di lingkungan Pemkab Bojonegoro, Sabtu (10/10/2026). “Kita ingin memastikan bahwa kita wajib menjaga ekosistem alam, salah satunya dengan mengembalikan air ke dalam tanah melalui pembangunan biopori dan sumur resapan,” ujar Setyo Wahono.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur resapan menjadi kebutuhan karena sebagian halaman perkantoran pemerintah telah tertutup aspal. Kondisi tersebut mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan secara alami sehingga meningkatkan potensi limpasan air di permukaan.
Dalam pembangunan sumur resapan itu, Pemkab Bojonegoro menggunakan buis beton yang diisi batu kericak dan ijuk untuk membantu proses peresapan air ke dalam tanah.
“Ini kita pasang buis deker untuk sumur resapan, dan di dalamnya kita kasih batu kericak sama ijuk,” jelasnya.
Setyo Wahono menyebut, kawasan perkotaan menghadapi tantangan dalam pengelolaan air hujan karena sebagian besar permukaan tanah telah tertutup bangunan, jalan beraspal, maupun beton. Ia memperkirakan hampir 80 persen lahan di kawasan perkotaan tertutup berbagai bangunan dan permukaan kedap air.
Akibatnya, air hujan yang seharusnya meresap ke tanah justru mengalir di permukaan dan menambah beban saluran drainase. Karena itu, pembangunan sumur resapan dan biopori dinilai menjadi salah satu langkah untuk menekan potensi genangan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber